Rasa Suka yang Berlebihan

Rasa suka yang berlebihan itu banyak sebabnya. Di antaranya

1. Hati yang tak terisi cinta, rasa syukur, dzikir, dan ibadah kepada Allah.

2. Membiarkan mata telanjang. Mengumbar mata adalah jalan yang menghantarkan pada kesedihan dan keresahan.


—Dr. ‘Aidh Al Qarni dalam La Tahzan: Jangan Bersedih, hlm. 296

Melakukan perjalanan wisata, mengganti suasana, dan mengubah suasana tempat tinggal adalah istirahat dalam arti sebenarnya. Karena, di sini ia bisa membaca buku alam semesta yang terbuka luas.
Dr. ‘Aidh Al Qarni
Tidaklah kelemahlembutan itu ada pada sesuatu, kecuali ia akan menghiasinya. Dan tidaklah kelemahlembutan itu dicabut, kecuali akan menjadi cela.
Rasulullah saw.
Birrul walidain.. berbakti kepada orang tua… kesempatan membahagiakan orangtua saat mereka masih ada.. harus optimal!!
*edisikedatanganmertua (via herteennordiawan)

Lagi ada ibuku juga di rumah. Aku mau pergi2 jadi ngga enak. Rasanya sayang kalau ada ibu kitanya malah pergi :))

(Reblogged from herteennordiawan)
Pagi Path.

Pagi Path.

Dicari: Programmer

Buku Yusuf Mansur, penerbit resmi buku-buku terbaru Ustadz Yusuf Mansur, membuka kesempatan bagi para programmer terbaik untuk bergabung bersama kami. 

Persyaratan:

1. Lulusan S-1 Informatika

2. Menguasai JAVA/iOS/SDK Android

3. Memahami teknologi web mobile

Kirim lamaran, transkrip nilai, CV (lengkap dengan software yang dikuasai) + pengalaman kerja/proyek (jika ada) ke yusufmansurbooks@gmail.com sebelum 20 April 2014.

Silakan sebar berita baik ini ke sebanyak-banyak sahabat :)

(Reblogged from bukuyusufmansur)
Jadi ibu adalah pekerjaan tanpa kontrak,tanpa gaji,tanpa SOP,tanpa batas waktu.. tapi siapa perempuan yg tidak mau jadi ibu?? Karena ada kemuliaan luar biasaaaa di dalamnya.. Ada janji jannah setelahnya..

(via herteennordiawan)

Baru buka tumblrnya bu hertin dan langsung nemu quote sadis ini nih dentykusuma buat di reblog superbmother

(via johanriopamungkas)

(Reblogged from johanriopamungkas)
Don’t be the girl who needs a man. Be the girl a man needs.

Anonymous (via medinaayasha)

Iya, Kak, iya. 

(Reblogged from medinaayasha)

Unstable

Ditulis gara-gara @budiimulyanto mengaitkan-ngaitkan sesuatu yang bisa dikaitkan.  Emang hidup isinya kaitan satu dengan lain hal kan ya?

-

Kita ngga bisa bangun sebuah rumah di atas tanah yang ngga rata, begitu kira-kira kata Pak Mario Teguh. Kemudian, temen saya, Budi, berkata, “Bisa. Dengan perlakuan struktur khusus pada pondasi dan kolom/tiang-tiangnya.”

Oke. Dasar anak Sipil, jadi komennya ngga jauh kaitannya dari pondasi, kolom, dan bangunan. Tapi saya tergelitik.

"Berarti bisa dong, ya, bangun ‘rumah’ meski tanahnya ‘ngga rata’, asal ada perlakuan ‘khusus’?"

"Di atas air (laut) yang punya ‘dinamika beban’ dari fluida aja bisa." lanjut Budi. 

"Berarti, Bud," lanjut saya, "setidakstabil apapun, insya Allah sesuatu tetap bisa berdiri di atasnya, asal ada ‘penanganan’ yang baik, ya?"

"Yeph. Dari kisah nabi-nabi dan para rasul sih begitu. Mereka berada dalam ‘badai-ketidakstabilan’ dalam menghadapi ummat masing-masing. Di atas itu semua, mereka tetap kokoh tegak berdiri.”

Hmmm. Jadi, meski ada sisi ketidakstabilan dalam suatu hal, stabilkan saja di sisi lain. Jangan menunggu semua hal stabil, baru bergerak. Gitu kira-kira \m/ 

Orang itu semua hidupnya kualitasnya sama, sampai beda kecepatannya meninggalkan keadaan sekarang.
Mario Teguh.