Baik dibaca pada saat pagi dan petang…

:O silakan silakan. – View on Path.

Ini waktu @wmc530 jalan-jalan ke rumah pengusaha yang bernama Pak Paroli. Rumahnya di Bojongsoang, Bandung.

Itu yang kami injek adalah gabah.. Rumahnya emang dikelilingi sawah.. Bukan sawah beras aja, tapi juga sawah ketan..

Siapa itu Pak Paroli? Sok geura di-googling.. (at Rumah Pak Paroli)

Do you see the message?

"Walaupun solat bertahun-tahun ditinggalkan,tapi surah Al-Fatihah tidak pernah terpadam dari ingatan.Tahukah kamu itu tandanya Allah tidak pernah lupa untuk membuka hatimu ke jalan kebenaran?Seiring dengan maksud fatihah yaitu ‘pembuka’.Masihkah tertutup hatimu pada panggilan Allah?"
— (via ahmadkrishar)

(Source: penulisbuta)

  • Dalam sebuah obrolan seorang perempuan, dia dan pikirannya sendiri :
  • A : Ternyata cewek-cewek mudah tertarik sama laki-laki yang katanya : cowok banget, ganteng, dan mapan.
  • B : Hihihi, oke deh. Gak kaget sih. Tapi inget lho, semua itu pemberian. Yang milik laki-laki beneran itu cuma keimanan.
  • dari : Miftahul Hidayah

1. Haji dan Umrah
2. Trip to Belitung
3. Nginep di Hotel Padma Bandung

-

Well. Nomer 1 nggal usah dijelasin lagi lah ya kenapa. Nomor 2.. Laskar Pelangi boleh dibilang jadi jendela dunia lebih mengenal Pulau Belitung. Sektor pariwisata naik 1800% setelah munculnya film Laskar Pelangi (can you please imagine: 1800%!!! Kekuatan karya sastra, dengan izin Allah).

Nomor 3 karena emang pengen ke Bandung aja.

Dulu, saya nggak perlu repot kalau mau ke Bandung. Sebagai anak yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Bahasa dan Sastra Se-Indonesia (ILMIBSI) dan Unpad tergabung di dalamnya (dan karenanya saya jadi punya banyak teman anak Unpad), saya bisa nginep secara gratis di kosan anak Unpad :’))

Nah, sekarang mereka udah pada lulus, hehe. Jadi.. saya rasa, kalau mau nginep ke Bandung saya harus nginep di hotel (alasan. Emang karena abis liat review tentang hotel ini aja di blog).

Nggak. Penasaran aja karena katanya hotel ini menawarkan view lembah. Saat kita masuk, yang kita kira kita berada di ground floor, ternyata itu adalah lantai tertinggi: lantai kedelapan! Hotelnya bukan menjulang ke atas, tetapi ke bawah :|

Seru kan? Terus karena blog yang saya baca tadi membahas hotel itu dengan detail (lengkap dengan suasana interiornya segala) membuat saya jadi pengen beneran ke sana. Pecinta desain interior kayak saya harus sering-sering liat interior keren biar makin terasah sense-nya terhadap interior bagus (?)

Lagi-lagi alasan :p etapi beneran kok mau ke sana dengan alasan tersebut :’)

Semoga terwujud. Doakan, ya :’)))))

Tergabung di beberapa grup, saya menyaksikan para anggota grup saling mengucap selamat lebaran. Ucapan itu tentu dipikir masak, dengan tata dan gaya bahasa yang dibuat indah. Namun, saya menyaksikan sebuah hal: ketidakpaduan.

Ketika si A mengucap selamat—dengan ucapan yang cukup panjang, si B juga mengucap dengan ucapan yang panjang pula. B bukan membalas ucapan A, melainkan memberi ucapan yang berdiri sendiri.

Tidak ada yang salah, tentu. Tetapi saya melihat saling ucap ini terasa berdiri sendiri, bukan bersahutan.

Baiklah, ini hanya sekelumit pikiran saja. Semoga esensi setiap pesan tadi tetap sambung-sinambung: meski tak di pesan WhatsApp, semoga saja di dalam hati masing-masing.

Selamat lebaran!

"Allah akan mempertemukan orang-orang dengan niat yang sama."
— @ipphoright
"

When a test comes to you

1. Know that everything is by Qadr of Allah
2. Remember that other people have bigger problems than you
3. Remember the death of the Prophet (pbuh), the greatest calamity the Ummah faced
4. Maybe through this trial, Allah has saved you from an even bigger trial.
5. Through this trial Allah will remove some of your sins
6. Through this trial Allah has opened up a huge world of ibadah like sabr, salah, repentance etc
7. With this trial, Allah is putting you on the path of the Prophets. It is a confirmation that Allah loves you. The more Allah loves somebody, the more he tests them.”

"
— Tawfique Chowdhury (via islamicrays)